Oct 30, 2011

MASA PENDUDUKAN JEPANG


MASA PENDUDUKAN JEPANG

Masuknya Jepang ke Indonesia
Di Indonesia, tentara Jepang masuk di awali dengan menguasai Tarakan selanjutnya menguasai Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, Palembang, Batavia (Jakarta), Bogor terus ke Subang, dan terakhir Kalijati. Dalam waktu yang singkat Indonesia telah jatuh ke tangan Jepang.
Penyerahan tanpa syarat oleh Letjen H. Ter Poorten selaku Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda atas nama Angkatan Perang Sekutu kepada Angkatan Perang Jepang di bawah pimpinan Letjen Hitosyi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati menandai berakhirnya kekuasaan pemerintahan Belanda di Indonesia dan digantikan oleh kekuasaan Kemaharajaan Jepang.

Pemerintahan militer Jepang di Indonesia terbagi atas tiga wilayah kekuasaan berikut :
1.    Tentara XVI (Rikugun/Angkatan Darat) memerintah atas wilayah Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta.
2.    Tentara XXV (Rikugun /Angkatan Darat) memerintah atas wilayah Sumatra yang berpusat di Bukittinggi.
3.    Armada Selatan II (kaigun/Angkatan Laut) memerintah atas wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua berpusat di Makassar.
Pemerintahan pada wilayah masing-masing tersebut dipimpin oleh kepala staf tentara/armada dengan gelar gunseikan (kepala pemerintahan militer) dan staf pemerintahan militer disebut gunseikanbu.

Pergerakan Nasional pada Masa Pendudukan Jepang
a)   Gerakan 3 A
Gerakan 3 A yang mempunyai semboyan Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia .Organisasi tersebut dicanangkan pada bulan April 1942. Gerakan 3 A ini dipimpin oleh Hihosyi Syimizu (propagandis Jepang) dan Mr. Samsudin (Indonesia).

b)   Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Pada bulan Maret 1943 pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) yang dipimpin oleh Empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansur. Tujuannya memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Pasifik.
c)  Himpunan Kebaktian Jawa (Jawa Hokokai)
Pada tanggal 1 Januari 1944 Putera diganti dengan organisasi Jawa Hokokai. Tujuannya adalah untuk menghimpun kekuatan rakyat dan digalang kebaktiannya. Di dalam tradisi Jepang, kebaktian ini memiliki tiga dasar, yakni pengorbanan diri, mempertebalpersaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bakti. Tiga hal inilah yang dituntut dari rakyat Indonesia oleh pemerintah Jepang.
d)   Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI)
MIAI adalah organisasi resmi umat Islam yang anti Barat. Kegiatannya terbatas pada pembentukan baitul mal (badan amal) dan menyelenggarakan peringatan hari-hari besar keagamaan. MIAI diganti namanya menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang disahkan oleh gunseikan pada tanggal 22 Nopember 1943 dengan K.H. Hasyim Asy'ari sebagai ketuanya.

Organisasi Militer dan Semimiliter  bentukan Jepang
Organisasi Semimiliter :
1)      Seinendan (Barisan Pemuda)
2)      Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
3)      Fujinkai (Barisan Wanita)
4)      Jibakutai (Barisan Berani Mati)
Organisasi Militer :
1)      Heiho (Pembantu Prajurit Jepang)
2)      Peta ( Pembela Tanah Air)

Perjuangan Bawah Tanah
Perjuangan bawah tanah pada umumnya dilakukan oleh para pemimpin bangsa kita yang bekerja diinstansi-instansi pemerintah Jepang. Jadi, mereka kelihatannya sebagai pegawai, namun dibalik itu mereka melakukan kegiatan yang bertujuan menghimpun dan mempersatukan rakyat meneruskan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan.
Kelompok-Kelompok Perjuangan Bawah Tanah :
  1. Kelompok Sukarni
      Masa pendudukan Jepang, Sukarni bekerja di Sendenbu (Barisan Propaganda Jepang) bersama Moh. Yamin. Kelompok Sukarni mendirikan asrama politik dengan nama Angkatan Baru Indonesia.
  1. Kelompok Ahmad Subarjo
      Ahmad Subarjo masa pendudukan Jepang menjabat sebagai Kepala Biro Riset Kaigun Bukanfu (Kantor Perhubungan Angkatan Laut) diJakarta. Ia berhasil mendirikan asrama pemuda dgn nama Asrama Indonesia Merdeka.
  1. Kelompok Sutan Syahrir
Kelompok Sutan Syahrir berjuang secara diam-diam dengan menghimpun mantan teman-teman sekolahnya dan rekan seorganisasi pada zaman Hindia Belanda. Syahrir memberi pelajaran di Asrama Indonesia Merdeka milik Angkatan laut Jepang (Kaigun) bersama dengan Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, dan Iwa Kusuma Sumantri.
Perjuangan Bersenjata
Latar Belakang
      Para pemimpin pergerakan nasional semakin tidak tahan menyaksikan penderitaan dan kesengsaraan rakyat yang memilukan. Oleh karena itu, sebagian dari mereka mulai bangkit menentang Jepang dengan cara perlawanan senjata.
Macam-macam Perlawanan Bersenjata :
  1. Di Aceh, perlawanan meletus di daerah Cot Plieng pada bulan November 1942 di bawah pimpinan Tengku Abdul Jalil.
  2. Di Blitar, perlawanan meletus pada tanggal 14 Februari 1945 di bawah pimpinan Supriyadi, seorang Komandan Pasukan Peta di Blitar. Perlawanan ini merupakan perlawanan terbesar pada masa pendudukan Jepang.
  3. Di Jawa Barat, perlawanan meletus pada bulan Februari 1944 yakni didaerah Sukamanah di bawah pimpinan K.H. Zainal Mustafa. Ia menolak ajaran Seikeirei(Penghormatan kepada Kaisar Jepang yang dianggap sebagai ketunan Dewa Matahari dengan cara membungkukkan badan dalam-2 menghadap ke timur laut (Tokyo)),   hal ini dinilai bertentangan dengan ajaran Islam sehingga ia menghimpun rakyat untuk melawan Jepang.
  4. Di Aceh, perlawanan muncul lagi pd bulan Nov 1944 yg dilakukan oleh prajurit Giyugun di pimpinan Teuku Hamid. Ia bersama anak buahnya melarikan diri ke hutan kemudian melakukan perlawanan. Untk menumpas pemberontakan Jepang melakukan siasat yg licik, yakni menyandera seluruh anggota keluarganya, akhirnya Teuku Hamid menyerah.
Sistem Autarki yaitu sistem ekonomi dimana tiap daerah harus mencukupi kepentingan daerah sendiri dan menunjang kepentingan perang Jepang

PEMBENTUKAN BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
1. Nama Jepang         : Dokuritsu Junbi Cosakai
2. Latar Belakang      :
Ø  Pada tahun 1944, Jepang banyak mengalami kekalahan oleh sekutu
Ø  9 September 1944 Perdana Menteri Koiso memberikan janji kemerdekaan Indonesia dikemudian hari, dengan maksud untuk menarik simpati bangsa Indonesia
3. Tujuan :
q  Menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka
4. Waktu      :
ü  1 Maret 1945 pembentukan BPUPKI oleh Letjen Kumakici Harada
5. Pengurus BPUPKI                :
v    Ketua = Radjiman Widyodiningrat, Ketua Muda = Icibagase
6.       Sidang-sidang BPUPKI
A.      Sidang pertama BPUPKI (29 Mei- 1 Juni 1945) membahas tentang perumusan dasar negara.
Tokoh yang mengusulkan ide tentang dasar negara adalah :
1.       Muh. Yamin (29 Mei 1945)
2.       Mr. Soepomo ( 31 Mei 1945)
3.       Ir. Soekarno ( 1 Juni 1945) yang kemudian ide dasar negaranya diberi nama “Pancasila”
B.      Sidang BPUPKI ke II (10-17 Juli 1945) membahas tentang rancangan Undang-Undang Dasar(UUD) & rencana lainnya yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia.
PEMBENTUKAN PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)
1. Nama Jepang         : Dokuritsu Junbi Inkai
2. Latar Belakang      :
Ø  Keberhasilan BPUPKI dalam menyusun dan membuat UUD 1945
Ø  7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan
3. Waktu      :
ü  7 Agustus 1945, PPKI dibentuk untuk menggantikan BPUPKI
4. Pengurus PPKI      :
v  Ketua = Ir. Soekarno
v  Wakil Ketua = Drs. Mohammad Hatta
v  Penasihat = Mr. Ahmad Subardjo
5. Anggota :   21 orang
Terdiri dari 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatra, 2 wakil dari Sulawesi, seorang dari Kalimantan, seorang dari Sunda Kecil, seorang dari Maluku dan seorang keturunan Cina.

No comments:

Post a Comment